Surat Tugas
Selasa, 03 September 2013
Untuk Bee
YAKIN ----- RAGU -------
? ? ?
Saat
kita yakin, bukanlah hanya impian semata apa yang menjadi harap dalam benak
ini. Walau, hanya sebuah impian yang terasa jauh tuk dapat direngkuh namun
ketika Allah berkehendak, tak ada yang tidak mungkin.
Sipa
pula yang menyangka, di Bulan Suci ini saat acara Pondok Ramadhan angin membawa
diri untuk berjalan. Saat ada kesempatan untuk melepas penak saat anggota badan
terasa pegal berada di dalam aula sekolah. Walau dalam rangka, mencara ilmu
namun diri ini membutuhkan istirahat pula.
Kaki
ini melangkah tanpa terpikirkan apapun tentang apa yang aku temui pada langkah
kaki ini. Tak pernah aku terbayang.
Kau
pakai pakaian yang rapi, nampak benar dari jarak sekitar 10 meter bahwa itu
adalah bukan pakaian biasa. Mungkin itu seragam, namun entah seraam apa. Yang
aku tahu, kamu sekarang lebih hitam dari waktu dulu, sama seperti warna
pakaiaan yang kamu kenakan.
Kalau
dulu, aku sering melihatmu dengan pakaian longgar, jaket yang cukup longgar.
Beda dengan hari ini. Lenganmu hampir terlihat sampai ke bagian atas.
Aku
tak pernah tahu ukuran dari sebuah perasaan, karena memang hal itu kuantitatif.
Aku bahkan tak tahu, sebenarnya masih adakah perasaan itu padamu? Keragu-raguan
ini semakin jelas terasa, lebih-lebih jarakmu dengan aku kini teramat jauh.
Bahkan, saat kau dekatpun aku tak bisa untuk tidak menjauh. Siapa aku? Aku malu
sok kenal denganmu, sok nanya-nanyalah, atau sok- yang mana lagi.
Tapi,
sampai malam ini saat teringat senyummu tadi siang aku masih menyimpul senyum
tipis.
Sejujurnya,
keraguan ini bukan sebab arak yang menghadang. Namun, pantaskah aku yang dapat
dikatakan untuk tingkat wajah cukup menawan ‘tidak’. Tapi, akan selalu aku coba
membuang perasaan itu. Aku tak pernah berkeinginan, perasaanku padamu ini membuat
syukurku pada Ilahi berkurang. Tak ingin iman ini ternoda karena kekagumanku
padamu.
Bahagiakah???
Ataukah biasa saja? Sepertinya terlalu biasa, di balik tabir pertemuan luar
biasa ini. Ataukah perasaan ini telah hilang? Lalu pada siapa perasaan ini aku
labuhkan selain dari cintaku pada-Mu, Rasul-Mu, orang tua, dan keluarga, serta
teman-temanku? Pada siapa……??? Yang jelas, inginku bukan yang dapat mengotori
cintaku pada Sang Maha Besar, pemberi segala cinta.
Pjn,
31 Juli 2013. 22.00
L.
Rohka
Langganan:
Postingan (Atom)