Selasa, 03 September 2013

Untuk Bee Berlanjut atau Berakhir

Entah dimulai atau tidak, yentu kapanpun itu perasaan ini akan berakhir. Namun, diri ini masih belum meyakini kebenaran hati nurani untuk melupakan segala perasaan yang hampir tersimpan 3 tahun belakangan ini. Perasaan yang tak pernah sampai. Perasaan yang entah mengapa begitu terasa lama menurut diri ini, karena kita terpisah cukup jauh dan tak ada contact cukup baik antara kita. Sudah barang tentu kau terlalu berkesan untukku kala itu. Kala aku masuk sekolah menengah atas kita dengan segala kepolosan. Teramat istimewa melihat seorang dengan postur yang berbeda dan terlihat cukup menonjol untuk urusan kedisiplinan mengunjungi rumah Allah sekolah kita.

Saat ini, aku bimbang antara keyakinan melupakan atau tetap bertahan dengan keegoisan karena begitu spesialnya dirimu mengisi masa putih abu-abuku. Akupun akhir-akhiir ini masih berusaha menginterogasi hati nuraniku untuk jujur. Sebenarnya, mungkin memang tak ada untung taupun rugi diri ini jika harus melupakan atau melanjutkan perasaan ini. Sepertinya tak ada sedikitpun untung atau rugi. Namun, akan lebih baik jika dalam pengambilan ini disertai dengan keyakinan dan langkah yang mantab. Pengambilan sikap yang harusnya cepat dengan kedewasaan berpikir yang harus lebih matang, mengingat usiaku ini terus beranjak.

Untuk perasaan ini, entah harus bagaimana dalam mengurusinya. Perasaaan ini hanya ada di hati diri sendiri, dalam hatiku. Dan tentu hanya aku dan Rabb-ku yang tahu. Entah apa harus bertanya dan mencari pendapatg orang. Namun, jika dipikir diri ini terlalu kerasa kepala untuk mencari kritik dan saran orang untuk urusan perasaan.

Yaa Rabb, hanya pada-Mu lah kembalinya segala urusan. Dan aku serahkan semuanya kepada_mu, kepada keagungan kuasa-Mu. Hamba ini mengingingkan nikmatnya tawakkal pada-Mu. Berilah petunkuk diri ini untuk bisa memutuskan. Aamiin. Karena, segala yang terbaik hanya Engkaulah Yang Maha Tahu, Rasbb. Engkaulah yang menciptakan dan barang pasti Engkau yang berhak untuk menghempaskannya.

BERAKHIR / BERLANJUT

PJN, 30 Agustus 2013

L. Rohka

Untuk Bee


YAKIN ----- RAGU -------
? ? ?

Saat kita yakin, bukanlah hanya impian semata apa yang menjadi harap dalam benak ini. Walau, hanya sebuah impian yang terasa jauh tuk dapat direngkuh namun ketika Allah berkehendak, tak ada yang tidak mungkin.
Sipa pula yang menyangka, di Bulan Suci ini saat acara Pondok Ramadhan angin membawa diri untuk berjalan. Saat ada kesempatan untuk melepas penak saat anggota badan terasa pegal berada di dalam aula sekolah. Walau dalam rangka, mencara ilmu namun diri ini membutuhkan istirahat pula.
Kaki ini melangkah tanpa terpikirkan apapun tentang apa yang aku temui pada langkah kaki ini. Tak pernah aku terbayang.
Kau pakai pakaian yang rapi, nampak benar dari jarak sekitar 10 meter bahwa itu adalah bukan pakaian biasa. Mungkin itu seragam, namun entah seraam apa. Yang aku tahu, kamu sekarang lebih hitam dari waktu dulu, sama seperti warna pakaiaan yang kamu kenakan.
Kalau dulu, aku sering melihatmu dengan pakaian longgar, jaket yang cukup longgar. Beda dengan hari ini. Lenganmu hampir terlihat sampai ke bagian atas.
Aku tak pernah tahu ukuran dari sebuah perasaan, karena memang hal itu kuantitatif. Aku bahkan tak tahu, sebenarnya masih adakah perasaan itu padamu? Keragu-raguan ini semakin jelas terasa, lebih-lebih jarakmu dengan aku kini teramat jauh. Bahkan, saat kau dekatpun aku tak bisa untuk tidak menjauh. Siapa aku? Aku malu sok kenal denganmu, sok nanya-nanyalah, atau sok- yang mana  lagi.
Tapi, sampai malam ini saat teringat senyummu tadi siang aku masih menyimpul senyum tipis.
Sejujurnya, keraguan ini bukan sebab arak yang menghadang. Namun, pantaskah aku yang dapat dikatakan untuk tingkat wajah cukup menawan ‘tidak’. Tapi, akan selalu aku coba membuang perasaan itu. Aku tak pernah berkeinginan, perasaanku padamu ini membuat syukurku pada Ilahi berkurang. Tak ingin iman ini ternoda karena kekagumanku padamu.
Bahagiakah??? Ataukah biasa saja? Sepertinya terlalu biasa, di balik tabir pertemuan luar biasa ini. Ataukah perasaan ini telah hilang? Lalu pada siapa perasaan ini aku labuhkan selain dari cintaku pada-Mu, Rasul-Mu, orang tua, dan keluarga, serta teman-temanku? Pada siapa……??? Yang jelas, inginku bukan yang dapat mengotori cintaku pada Sang Maha Besar, pemberi segala cinta.
Pjn, 31 Juli 2013. 22.00
L. Rohka